Monday, January 12, 2026

Khotbah (2) Minggu II Setelah Epifani, 18 Januari 2026

Khotbah Minggu II Setelah Epifani – 18 Januari 2026 (Opsi 2)

  HIDUP INI KESEMPATAN (Yes. 49:1–7)

 

 Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa–bangsa supaya keselamatan yang dari pada–Ku sampai ke ujung bumi (Yes. 49:6b)

 

Salam dalam kasih Kristus.

 

 

 

Semua orang percaya rasanya tahu lagu “Hidup ini adalah kesempatan”. Lagu ciptaan Pdt. Wilhelmus Latumahina ini di utube sudah dilihat 22 juta orang dalam satu versi saja. Sebuah pencapaian yang tinggi bagi lagu rohani berbahasa Indonesia.

 

 

 

Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Yes. 49:1–7. Temanya: Hamba Tuhan sebagai terang di tengah–tengah segala bangsa. Ada yang menafsirkan nas ini khusus nubuatan tentang Mesias Tuhan Yesus. Tetapi sebenarnya dapat lebih umum, panggilan kepada semua, sebab Tuhan membutuhkan hamba–hamba menyatakan keagungan-Nya (ay. 3) dan menjadi terang.

 

 

 

Kita kembali ke lagu tadi dan menyimak liriknya yang sederhana:

 

 

 

Hidup ini adalah kesempatan, hidup ini untuk melayani Tuhan

 

Jangan sia–sia kan waktu yang Tuhan beri, hidup ini hanya sementara

 

 

 

Oh Tuhan, pakailah hidupku, selagi aku masih kuat

 

Saat ‘ku tak berdaya, hidup ini sudah jadi berkat

 

 

 

Melayani adalah kewajiban setiap orang percaya. Ada banyak ayat di Alkitab yang meneguhkannya, seperti layanilah seorang akan yang lain (1 Petrus 4:10–11), jangan fokus pada ego atau diri, perhatikan orang lain (Filipi 2:4), kamu wajib saling membasuh kaki (Yohanes 13:14–15), hidupku bukan lagi milikku (Galatia 2:20), biarlah semua yang bernafas memuji Tuhan (Mazmur 150:6), dan ayat lainnya. Menurut Alkitab, Tuhan memberikan 19 karunia rohani yang setiap orang pasti memilikinya, meskipun satu atau dua, dan semuanya berasal dari satu Roh, satu Tuhan (1 Korintus 12:4–5).

 

 

 

Alkitab juga tidak terlalu membedakan bahwa pelayanan harus dilakukan oleh hamba Tuhan saja. Demikian pula, pelayanan tidak terbatas pada jemaat atau gereja. Pelayanan dapat dilakukan di tempat kita bekerja, di perkumpulan, di organisasi atau lembaga sosial kemanusiaan, bahkan di bidang bisnis atau usaha.

 

 

 

Bagaimana membedakan pelayanan dan pekerjaan? Cara paling mudah adalah melihat motifnya. Gilbert Beers dalam buku Pola Hidup Kristen berpendapat bahwa motif kita melayani Allah dan orang lain jangan sekali-kali untuk memperoleh sesuatu dari pelayanan itu. Artinya, jika motifnya adalah materi atau imbalan lainnya, maka itu bukan lagi berasal dari hati yang melayani; itu adalah pekerja yang mencari upah.

 

 

 

Jika dilihat dari sudut itu, maka tidak perlu terlalu tegas membedakan melayani penuh waktu atau paruh waktu, sebab yang dilihat adalah buah atau hasilnya. Meski dikatakan bahwa menjadi hamba Tuhan dan melayani adalah panggilan sejak dari kandungan (ay. 1 dan 5), kita dapat menerjemahkan panggilan itu sebagai sesuatu yang dapat dipenuhi pada setiap tahap dan bidang kehidupan.

 

 

 

Pertanyaannya, mengapa orang tidak merasa bahwa hidup adalah kesempatan yang singkat untuk melayani Tuhan? Padahal syair lagu tadi sangat jelas, “Jangan sia-siakan apa yang Tuhan beri ... Hidup ini harus jadi berkat.” Tentu Tuhan tidak harus memberikan kekayaan, mobil, dan harta lainnya, atau hasil pelayanan yang berbuahkan kekaguman dan tanda-tanda mukjizat. Melayani dengan memakai karunia rohani dapat dilakukan melalui cara sederhana, yaitu melalui tangan, lidah dan mulut, serta kemurahan hati.

 

 

 

Pertanyaan kedua, mengapa orang tidak bersedia melayani, padahal hidup yang singkat ini adalah kesempatan dan mereka mengaku Yesus sebagai Tuhan? Faktor pertama adalah kedagingan, yaitu malas dan tidak mau berkorban. Kedua, ada kesombongan, karena menganggap melayani memposisikan diri lebih rendah. Ketiga, pusat hidupnya adalah dirinya, bukan Kristus. Keempat, tidak percaya akan keberadaan Tuhan dan penghakiman. Hidup di dunia dimanfaatkan untuk mencari uang, jabatan, kehormatan, dan kekuasaan.

 

 

 

Syair lagu pada bagian akhir meminta kita menjadi berkat bagi sesama, memenuhi panggilan untuk menjadi terang agar semakin banyak orang diselamatkan dalam Tuhan Yesus (ayat 6b). Nas paralel minggu ini juga menyatakan bahwa Tuhan yang memanggil kita akan terus menyertai dan Ia setia (1 Korintus 1:1–9).

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

Tuhan Yesus memberkati, amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 50 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13289356
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1887
3785
5672
13259239
1887
141921
13289356

IP Anda: 216.73.216.88
2026-01-12 10:03

Login Form