Khotbah (3) Minggu II Setelah Epifani, 18 Januari 2026
Khotbah Minggu II Setelah Epifani – 18 Januari 2026 (Opsi 3)
YESUS LEBIH BESAR (Yoh. 1:29-42)
Firman Tuhan bacaan kita Yoh. 1:29-42 terdiri dari dua bagian pokok: pertama tentang pentingnya selalu jujur dan dalam kebenaran; kedua, tentang sebutan anak domba Allah pada Tuhan Yesus. Bagian pertama yakni Yohanes (Pembaptis) ketika ditanya tentang dirinya, apakah ia Mesias yang dinantikan? Atau, apakah ia Elia? Atau nabi yang dibangkitkan seperti kata Musa (Ul. 18:15-18)? Tetapi Yohanes menjawab jujur: “Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya” (Yes. 40:3).
Pemimpin umat Yahudi di Yerusalem, begitu mengharapkan kedatangan Mesias karena beratnya tekanan Roma kepada mereka, sehingga mengutus wakilnya untuk bertanya kepada Yohanes seperti di atas. Tetapi ada juga rasa khawatir terhadap posisi Yohanes yang semakin populer dan banyak pengikut. Selama ini mereka adalah pemimpin Yahudi yang dihormati dan itu bisa goyah. Yohanes bisa saja memanipulasi situasi tersebut dengan mengaku, ia adalah Mesias. Tetapi Yohanes tidak melakukannya. Ia berbicara jujur, tidak memanfaatkan situasi. Ia sadar akan porsi berkat dan perannya. Dan ia tahu Mesias yang akan datang itu memang lebih besar darinya, sehingga ia berkata: “Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak” (ayat 26b-27).
Yohanes memberi keteladanan kepada kita untuk selalu bersikap jujur dan tidak mengambil kesempatan yang menguntungkan diri sendiri. Ia dapat saja mengaku sebagai Mesias sehingga akan dihormati, terkenal, bahkan memperoleh keuntungan jasmani dan materi. Tetapi ia tahu hal itu tidak mungkin, melawan kebenaran. Kebohongan dan manipulasi pasti terkuak, cepat atau lambat, besok atau nanti. Maka kita pun diajar minggu ini, tetaplah setia dalam kebenaran, apalagi bila perbuatan kita itu sampai merugikan orang lain.
Dalam bagian kedua Yohanes malah menegaskan, Yesus adalah Anak domba Allah. Sebagai keturunan imam, yang selalu melihat ritual seekor anak domba dikorbankan di Bait Allah bagi penebusan dosa-dosa umat Israel (Kel. 29:38-42), Yohanes telah tahu: Yesus adalah Anak domba Allah bagi penebusan dosa umat manusia. Yohanes juga tahu sifat anak domba yang tulus dan lemah lembut, tidak akan menentang dijadikan sebagai korban dengan mati di kayu salib (band. Yes. 53:7).
Yohanes juga menyadari konsekuensi pengakuannya itu, yakni muridnya akan berpindah guru. Dan itulah yang terjadi. Andreas yang semula mengikut dia, akhirnya mengikut Tuhan Yesus dan mengajak saudaranya Simon yang kemudian dinamai Petrus. Inilah pesan nas minggu ini bagi kita, agar kita siap berkorban, bersaksi, memberi yang terbaik, merendahkan hati, menjauhi keserakahan dan sifat sombong. Mari mengikuti sikap Yohanes untuk menyenangkan hati Tuhan: "Ia (Tuhan Yesus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil" (Yoh. 3:30).
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu II Setelah Epifani, 18 Januari 2026Khotbah Minggu II Setelah Epifani – 18 Januari 2026 YESUS...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu II Setelah Epifani, 18 Januari 2026Khotbah Minggu II Setelah Epifani – 18 Januari 2026 (Opsi 2) HIDUP...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu II Setelah Epifani, 18 Januari 2026Khotbah Minggu II Setelah Epifani – 18 Januari 2026 (Opsi 3) YESUS...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 46 guests and no members online
