Monday, January 12, 2026

Kabar dari Bukit, Minggu 11 Januari 2026

Kabar dari Bukit

 SUARA TUHAN (Mzm. 29:1-11)

 ”Kepada TUHAN, hai penghuni sorgawi, berilah kepada TUHAN kemuliaan dan kekuasaan! Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada TUHAN dalam semarak kekudusan!” (Mzm. 29:1-2)

 

Firman Tuhan bagi kita di Minggu pertama setelah Epifani hari ini adalah Mzm. 29; terdiri dari 11 ayat, dengan judul perikop: Kebesaran Allah dalam badai. Mazmur yang ditulis Raja Daud ini sangat khusus, yakni mengajak penghuni surgawi untuk memuliakan dan sujud kepada Tuhan.

 

Ada tujuh kali “Suara Tuhan” dituliskan dalam nas ini, dengan berbagai ekspresi gambaran betapa besarnya kuasa dan kemuliaan Tuhan (ayat 3-9). Ia berkuasa mengatur alam semesta, agar umat-Nya terlindungi dari badai dan musuh-musuh yang ada.

 

·        -  Suara TUHAN di atas air;

·         - Suara TUHAN penuh kekuatan;

·        -  Suara TUHAN penuh semarak;

·       - Suara TUHAN mematahkan pohon aras, ... membuat Gunung Libanon melompat-lompat seperti anak lembu, dan gunung Siryon (Hermon, Ul. 3:9) seperti anak banteng;

·         - Suara TUHAN menyemburkan nyala api;

·         - Suara TUHAN membuat padang gurun gemetar;

·        - Suara TUHAN membuat rusa betina yang mengandung beranak, bahkan, hutan digundulinya...., sementara di dalam bait-Nya setiap orang berseru, "Mulialah TUHAN!"

 

Melalui tujuh ungkapan suara itu, menjadi mudah bagi kita mengerti bahwa Allah pencipta langit dan bumi serta segala isinya benar adalah Roh. "Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah" (Yoh. 1:1). Roh Allah berfirman, bersabda, dan titah-Nya tidak ada yang bisa membantah (Rm. 9:20; Ay. 9:13-15).

 

Umat Israel percaya, mereka adalah anak-anak Allah, warga pilihan surgawi (Kej. 6:2; Ul. 14:1, 32:8; Kis 17:28; Rm. 9:4). Kita pun yang percaya kepada Tuhan Yesus, yang dipersatukan melalui baptisan, dipanggil dan dipilih, kewargaan kita adalah di dalam surga (Flp. 3:20a). Maka kita pun diingatkan oleh pemazmur ini, keberadaan kita diciptakan agar tetap tergantung kepada-Nya, dan tetap memuji dan memuliakan Dia.

 

Apapun yang menjadi pergumulan dan pengharapan kita, kiranya “Suara Tuhan” terus datang ke dalam hati kita, mengingatkan kuasa dan kebesaran-Nya, serta rencana perlindungan-Nya.

 

Hal kedua yang diminta nas minggu ini, agar kita sujud kepada TUHAN, dalam semarak kekudusan (ayat 2b). Kekudusan hidup terus dijaga dengan rasa hormat, melalui proses yang berkesinambungan, dengan tekad pada pembaruan dan pengakuan bahwa Allah di dalam TUHAN Yesus itu Mahakuasa, Raja yang bersemayam selama-lamanya, dan hidup kita diberi semata-mata untuk dipakai bagi kemuliaan nama-Nya (ayat 2a, 10b).

 

Jika kita tanggap terhadap suara-Nya, pesan ketiga nas ini adalah: Tuhan akan menjauhkan "badai besar" dan “air bah dan padang gurun” dari hidup kita, dalam menjalani tahun demi tahun. Meski badai datang, Tuhan tidak akan membiarkan umat-Nya jatuh tergeletak (Mzm. 37:24; Why. 3:10). Ada jaminan pemeliharaan dalam janji-Nya di ayat 10a-11: “Tuhan bersemayam di atas air bah,... TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!” Terpujilah TUHAN. Dan, tetaplah hidup untuk memuliakan-Nya.

 Selamat hari Minggu dan selamat beribadah.

 Tuhan Yesus memberkati, amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 29 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13289223
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1754
3785
5539
13259239
1754
141921
13289223

IP Anda: 216.73.216.88
2026-01-12 09:33

Login Form