Khotbah (3) Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026
Khotbah Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026 (Opsi 3)
ADIL DAN DOSA KEPADA DIRI (Im. 19:1–2, 15–18)
”Janganlah engkau membenci saudaramu di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur orang sesamamu dan janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena dia" (Im. 19:17)
Kadang kita dihadapkan pada situasi keberpihakan: membela yang lemah atau membela yang benar. Kecenderungan psikologis menuntun kita membela yang lemah. Hal ini wajar karena muncul empati dan rasa iba, dan itu bukan sesuatu yang buruk. Seorang tokoh perfilman mengatakan, “Suatu karunia besar bagi manusia memiliki kekuatan empati.” Teolog Carl Jung bahkan menyebutkan, “Bila empati hilang, maka dunia akan menderita.”
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah "Im. 19:1–2, 15–18". Ini merupakan bagian dari kitab Imamat pasal 17–25 yang berbicara tentang kekudusan, dengan perintah tegas dan berulang: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus” (ay. 2). Kitab Imamat berisi peraturan rinci bagi para imam dan umat Israel dalam menjalani ibadah dan upacara keagamaan, agar mereka memiliki hubungan yang baik dengan Allah.
Mengacu pada kitab Yahudi Mitzvot sebagai rincian Sepuluh Perintah Allah (Kel. 20:3–20), terdapat 613 perintah yang dituliskan dalam Taurat. Perintah-perintah tersebut terdiri dari 248 perintah positif yang harus dilakukan dan 365 perintah negatif yang dilarang dilakukan. Dengan banyaknya perintah ini, semua manusia berbuat dosa (Rm. 3:23), menjadi hal yang tidak dapat disangkal.
Nas hari Minggu ini merupakan bagian Imamat yang terdiri dari tujuh perintah “jangan” dan dua perintah “lakukan”. Sembilan perintah tersebut bertujuan menjaga kekudusan, dengan cara menghormati hidup dan hak orang lain. Kekudusan dikaitkan dengan hidup sesama. Hal ini membawa kita pada kesimpulan bahwa kehidupan rohani berhubungan erat dengan kehidupan sosial. Ibadah dan ritual tidak terpisahkan dari keseharian kehidupan.
Pesan pertama yang disampaikan adalah perlunya berlaku adil terhadap semua orang, tidak berbuat curang termasuk dalam peradilan (ay. 15a). Untuk itu, kita diwanti-wanti agar jangan membela orang kecil secara tidak sewajarnya (ay. 15b). Artinya, kita perlu menjaga empati agar tidak bertentangan dengan kebenaran (ay. 15). Ini memang tidak mudah karena harus menyelaraskan peran otak kiri dan otak kanan, kesepadanan hati dan akal pikiran.
Pesan kedua adalah agar kita jangan membuat orang lain susah dengan memfitnah (ay. 16a) atau mengancam hidupnya (ay. 16b). Fitnah dapat lebih kejam daripada pembunuhan, apalagi jika muncul dari rasa benci di dalam hati (ay. 17a).
Pesan ketiga adalah jangan menaruh hal jahat di hati. Dikatakan, “Janganlah engkau mendatangkan dosa kepada dirimu karena orang lain, janganlah engkau menuntut balas (ay. 18a), dan janganlah menaruh dendam terhadap sesamamu” (ay. 18b). Semua itu justru merusak diri sendiri. Namun, sebagai anak-anak Tuhan, kita tetap diminta berterus terang dan menegur mereka (ay. 17b), meski di bagian lain dinyatakan dengan lemah lembut dan kasih (Luk. 17:3; 2Tes. 3:15).
Pesan keempat adalah pentingnya melihat motivasi sebagai akar tindakan kita. Jika motivasi baik, maka hasilnya akan baik dan berkenan kepada Allah. Pasal 19 ini ditutup dengan kesimpulan umum yakni hukum kasih yang kedua, yaitu kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri (ay. 18c, bdk. Mat. 22:39).
Tuntutan hidup kudus memang tidak mudah. Namun dengan pertolongan Roh Kudus, tidak ada yang mustahil. Kita mungkin tidak akan pernah sempurna, tetapi harus terus berubah dan bertumbuh, berusaha serupa seperti Tuhan Yesus yang memberikan teladan hidup. Meski kadang kita jatuh, kecewa, atau timbul omongan orang lain, jangan terlalu pusing. Yang utama adalah semangat untuk terus berupaya menjadi lebih baik dari hari kemarin. Itulah hakikat dan sejatinya Kekristenan.
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026Khotbah Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026 BERBICARA...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026Khotbah Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026 (Opsi...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026Khotbah Minggu XXII Setelah Pentakosta – 25 Oktober 2026 (Opsi...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 37 guests and no members online
