Khotbah (3) Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026
Khotbah (3) Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026
KERAGUAN YANG MENUMBUHKAN IMAN (Kel. 33:12–23) - Opsi 3
”Lalu Ia berfirman: "Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu" (Kel. 33:14)
Merasa ragu sangat manusiawi. Namun, jangan terus diam dengan keraguan itu sampai membuat kita tidak bergerak: takut salah, takut gagal, malu, dan sebagainya. “Yakinlah dalam keyakinanmu, dan ragukanlah keraguanmu.” Itu semboyan yang bagus agar hidup dapat lebih berbuah dan penuh dinamika.
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu ini adalah Kel. 33:12–23. Nas ini merupakan kelanjutan pasal sebelumnya, mengenai amarah Tuhan kepada bangsa Israel. Mereka tidak sabar menunggu Musa yang naik ke gunung bertemu Tuhan, lalu membuat patung lembu emas sebagai sembahannya, dan berharap patung itu memimpin perjalanan mereka.
Tuhan pun marah dan ingin membinasakan mereka. Kita tahu Tuhan itu pencemburu dan tidak mau diduakan. Musa, yang memimpin perjalanan, juga merasa ragu tentang kasih dan penyertaan-Nya, sebab kini hanya malaikat yang diutus (ay. 2). Musa menjelaskan bahwa ia tidak mengetahui sifat bangsa itu yang tegar tengkuk, dan Tuhan juga tidak memberi arahan siapa saja yang boleh ikut keluar dari Mesir (ay. 5, 12).
Di tengah rasa putus asa, Musa memohon kepada Tuhan: “...beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu” (ay. 13). Permintaan kedua, Musa ingin bertemu muka dengan Tuhan dan berkata, “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku” (ay. 18).
Jelas, hubungan yang dekat membuat Musa lebih mudah meminta dan mengekspresikan diri. TUHAN berbicara kepada Musa berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya (ay. 11a). Amarah Tuhan pun sirna setelah Musa memohon dengan alasan yang kuat. Tuhan penuh kasih. Ia memahami situasi bangsa Israel, terutama Musa yang telah dipilih-Nya. Permohonan pertama Musa dikabulkan: “…engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau” (ay. 17).
Permohonan kedua Musa tidak dikabulkan. Tuhan berkata: "Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup" (ay. 20). Namun Tuhan memberi tanda kehadiran dan penyertaan-Nya melalui malaikat dan tiang awan (ay. 2, 10), serta memberikan kesempatan kepada Musa untuk melihat belakang-Nya, meskipun wajah-Nya tidak kelihatan (ay. 23).
Menjalani kehidupan, selain memiliki tujuan, perlu nilai-nilai dasar sebagai pegangan, yaitu kebenaran dasar yang berfungsi sebagai pedoman berperilaku dalam berbagai aspek kehidupan. Nilai-nilai dan prinsip ini sangat penting, sebab kita tidak hidup seorang diri; ada keluarga dan masyarakat yang berinteraksi dan memberi dampak pada kehidupan pribadi kita. Bila nilai-nilai dasar tidak jelas dan tidak dipegang teguh, maka godaan dunia, kedagingan, dan iblis akan lebih mudah menguasai.
Kini, mungkin kita pernah melakukan kesalahan yang membuat Tuhan marah. Namun dengan menjalin hubungan dekat dengan-Nya, kita dapat menyampaikan permintaan tentang pengharapan maupun pergumulan kita. Percaya hanya kepada Allah dalam Yesus adalah salah satu nilai dasar yang perlu kita pegang. Nilai lain, seperti mencintai keluarga, tidak menyakiti orang lain, dan jujur, juga perlu diteguhkan. Jika kita memegangnya dengan kuat, tantangan apapun yang datang akan kita hadapi dengan teguh dan menang.
Sebuah nasihat mengatakan: “If you don’t stand for something, you fall for everything.” Jika kita tidak berpegang pada sesuatu, kita akan mudah jatuh pada segalanya. Bila ragu akan kasih setia Tuhan, jalinlah terlebih dahulu hubungan melalui bersekutu dengan-Nya. Mohonkan belas kasihan atas sikap ragu-ragu (Yud. 1:22). Katakan: "Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!" (Mrk. 9:24). Ubah keraguan menjadi iman, maka kita akan menerima bimbingan dan ketenteraman hidup dari-Nya (ay. 14).
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026Khotbah Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026 INJIL...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026Khotbah (2) Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026 –...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026Khotbah (3) Minggu XXI Setelah Pentakosta – 18 Oktober 2026 KERAGUAN...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 50 guests and no members online
