Khotbah (3) Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - 19 Juli 2026
Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - Minggu 19 Juli 2026 – Opsi 3
MITOS, MIMPI DAN TANTANGAN (Kej. 28:10–19a)
”Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya"
(Kej. 28:16b)
Setiap bangsa atau suku bangsa biasanya mempunyai mitos. Mitos ini sering dipakai untuk memberi motivasi kepada anak cucu tentang kehebatan leluhur mereka. Tentu hal itu baik dan sah-sah saja. Yang menjadi masalah adalah ketika mitos dijadikan tameng kebanggaan untuk mendapatkan keistimewaan, padahal tidak ada usaha maupun prestasi nyata.
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini adalah Kej. 28:10–19a. Judul perikopnya: "Mimpi Yakub di Betel." Latar belakangnya, Yakub setelah menipu Esau, abangnya, tentang hak kesulungan, akhirnya melarikan diri karena ketakutan. Dalam pelarian itulah ia bermimpi, melihat sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: “Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, ..., olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat” (ay. 12–14). Ini janji Tuhan yang merupakan pengulangan janji berkat kepada kakeknya, Abraham (Kej. 12:1–3; 15:5; 17:1–8).
Kita percaya umat Yahudi sangat diberkati. Mereka terbukti banyak penerima hadiah Nobel, seperti Einstein, Niels Bohr, Freud, serta menjadi orang-orang pintar dan terkaya di dunia saat ini. Lihat saja Mark Zuckerberg, Larry Ellison, Albert Bourla, Roman Abramovich, Len Blavatnik, Rochelle Walensky, dan lainnya. Inilah yang kemudian menimbulkan mitos bahwa orang Yahudi pintar-pintar. Hal ini sama seperti mitos orang Batak pintar menyanyi dan main catur, orang Padang pintar berdagang, orang Makassar pandai melaut, dan sebagainya.
Dalam Kamus KBBI, mitos adalah cerita suatu bangsa tentang dewa dan pahlawan zaman dahulu yang mengandung penafsiran tentang asal-usul semesta alam, manusia, dan bangsa itu sendiri, yang diungkapkan dengan cara gaib. Ada aspek kebenarannya, tetapi kadang dilebihkan. Contohnya, mitos Si Raja Batak adalah manusia pertama di bumi yang keturunan dewa-dewi. Hal itu jelas tidak benar, karena sejarah umat manusia sudah ribuan tahun sebelum Raja Batak mendiami kawasan Danau Toba.
Melalui nas ini, kita melihat Yakub bermimpi, salah satu cara penyataan Allah memperlihatkan diri-Nya. Ada janji berkat kepadanya serta penyertaan dan tuntunan Allah (ay. 15). Mimpi itu kini terwujud dalam dua aspek, yaitu umat Yahudi masih diberkati dan keturunan Abraham melalui imannya diikuti oleh miliaran penduduk bumi.
Namun, kita juga perlu melihat dari sisi tantangan dan perjuangan yang mereka hadapi, bukan sekadar mitos. Perjalanan hidup Abraham dan Yakub serta tantangan imannya sangat berat. Abraham berjalan jauh dari Tanah Ur–Kasdim menuju Kanaan. Yakub harus menghadapi tantangan alam, tidur berbantalkan batu, serta perjuangan menghadapi Laban untuk memperoleh istrinya (Kej. 31:40).
Oleh karena itu, melalui nas ini kita memperoleh beberapa pelajaran hidup. Pertama, Allah ingin umat-Nya diberkati. Hal ini sesuai janji Tuhan Yesus, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup ... dalam segala kelimpahan” (Yoh. 10:10). Kedua, Tuhan memberi ujian dan tantangan, baik jasmani maupun rohani, dan hanya mereka yang tangguh mampu melewatinya yang dipakai Tuhan. Bangsa Yahudi telah melewati masa penderitaan lebih panjang daripada seluruh sejarah manusia. Dari berbagai buku diketahui bahwa orang Yahudi sejak kecil dididik dengan keras dalam pelajaran dan ketaatan, yang membuat mereka unggul dalam berbagai prestasi.
Ketiga, dalam mengarungi kehidupan, kadang kita tersandung. Yakub menyadari kesalahannya dan berkorban berpisah dari saudara, ibu, dan ayahnya. Namun Allah setia pada janji-Nya, hadir, dan memberi tanda (ay. 16). Kini tergantung kepada kita bagaimana meresponsnya. Jangan lari, melainkan seperti Yakub yang berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang surga.” Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala, mendirikannya menjadi tugu, dan menuangkan minyak di atasnya. Hal ini menunjukkan rasa hormat dan kesiapan diri.
Apakah kita bermimpi sesuatu dan berharap lebih diberkati saat ini? Apakah kita mendapat janji dari membaca firman-Nya? Jangan hanya percaya pada mitos, tetapi persiapkan diri dalam ketiga hal berikut: mau diberkati, tangguh, dan merespons positif atas rencana Allah. Inilah yang diminta-Nya dan semoga kita siap melakukannya.
Selamat beribadah dan selamat melayani.
Tuhan Yesus memberkati, amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - 19 Juli 2026Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - 19 Juli 2026 MENJADI...Read More...
-
Khotbah (2) Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - 19 Juli 2026Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - 19 Juli 2026 – Opsi 2 LALANG...Read More...
-
Khotbah (3) Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - 19 Juli 2026Khotbah Minggu VIII Setelah Pentakosta - Minggu 19 Juli 2026 –...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 30 guests and no members online
