Sunday, February 01, 2026

Khotbah (2) Minggu III Setelah Epifani, 25 Januari 2026

 Khotbah Minggu III Setelah Epifani, 25 Januari 2026 (Opsi 2)

 MENGIKUT YESUS (Mat. 4:12-23)

Firman Tuhan bacaan kita Mat. 4:12-23, berbicara tentang awal mula pelayanan Tuhan Yesus, setelah Ia lolos dicobai Iblis di padang gurun. Dalam rencana Tuhan yang indah, Yohanes Pembaptis yang diutus membuka jalan untuk pelayanan Tuhan Yesus, telah ditangkap. Yesus yang ditolak di kampung halamannya di Nazaret (Luk. 4:29), kemudian memutuskan memulai pelayanan-Nya di Kapernaum, Galilea. Ini menggenapi nubuatan PL: "bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang” (ayat 16, Yes. 9:1).

Kesinambungan sebuah pelayanan sangatlah penting. Ucapan Yohanes, “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” kini diserukan kembali oleh Tuhan Yesus (ayat 17, band. Mat. 3:2; Yoh. 3:30). Misi Allah tidak boleh vakum atau terputus. Yesus sendiri masih sangat muda saat memutuskan memulai pelayanan-Nya, yakni sekitar tiga puluh tahun (Luk. 3:23). Pemilihan Galilea sebagai tempat pelayanan pertama juga sangat tepat, karena penduduk Galilea sangat beragam, bukan mayoritas Yahudi. Penduduk Galilea lebih terbuka menerima pemikiran dan pengajaran baru.

 

Dalam Yudaisme, mereka yang ingin belajar keagamaan bebas memilih gurunya. Tuhan Yesus melakukan hal yang berbeda, yakni justru Dia yang memilih murid-murid-Nya. Itulah yang dilakukan dengan meminta Simon Petrus dan Andreas, kemudian Yakobus dan Yohanes. Mereka ini memiliki pekerjaan tetap, seperti Simon sebagai nelayan penjala ikan, kini diminta Tuhan Yesus ikut sebagai penjala manusia (ayat 19).

 

Keputusan cepat keempat murid dalam nas ini untuk mengikut Tuhan Yesus sangat mengesankan. Tidak banyak diskusi tanya jawab. Keempat murid berani mengambil resiko memasuki kehidupan yang penuh perjuangan, tanpa ada kejelasan dan kepastian akan upah dan hasil kerja. Semua itu atas pimpinan Roh meski iblis tidak menyukainya.

 

Kita yang telah mengikut Yesus, perlu bersikap sama. Tetap peduli dengan pelayanan dan jadikan itu panggilan utama hidup kita. Hidup tidak selalu memperhitungkan untung rugi atau resiko. Dan, bersama Tuhan kita pasti aman dan menjadi pemenang. Salib adalah kekuatan kita dalam membawa terang Yesus. Wilayah pelayanan begitu luas yang belum tertanam firman Tuhan Yesus. Ladang yang menguning sangat besar tetapi tidak ada penuai. Semua itu membutuhkan keterlibatan dari sebagian sisi kehidupan kita, kecuali yang terpanggil untuk melayani penuh waktu seumur hidupnya. Itu akan menyenagkan hati Tuhan. Selamat masuk dalam pelayanan.

 

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 

Tuhan Yesus memberkati, amin.

 

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 43 guests and no members online

Statistik Pengunjung

13360365
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
52
4171
4223
13332155
4223
114941
13360365

IP Anda: 216.73.216.112
2026-02-02 00:22

Login Form