Monday, September 07, 2026

Khotbah (3) Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026

Khotbah Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026 – Opsi 3

  PERTOLONGAN TUHAN (Kel. 14:15–31)

 ”Mengapakah engkau berseru–seru demikian kepada–Ku?” (Kel. 14:15)

Pertolongan Tuhan adalah salah satu aspek penting dalam kehidupan orang percaya. Sebagai umat-Nya, manusia pasti tidak lepas dari masalah, yang kadang berada di luar batas kemampuannya. Ketidakpastian datangnya pertolongan sering menimbulkan kekhawatiran dan ketakutan. Namun, Tuhan memahami hal itu. Untuk itu, kedekatan hubungan dengan-Nya dan doa adalah akar serta pondasi dari semua pengharapan kita.

Nabi Musa dipanggil untuk membawa keluar dan menyelamatkan umat Israel yang teraniaya di Mesir. Ia dibekali berbagai mukjizat untuk meyakinkan Firaun bahwa semua perintahnya atas kuasa Tuhan. Setelah menyaksikan kebesaran kuasa Musa, Firaun setuju, namun tak lama kemudian ia menyesali keputusan itu dan memerintahkan agar umat Israel ditangkap kembali (ay. 6).

Kisah pengejaran dan pelepasan itulah nas bagi kita di hari Minggu ini, berdasarkan firman Tuhan dalam Keluaran 14:15–31. Kita tahu, Tuhan pasti menepati janji-Nya yang diberikan melalui Musa (3:8). Dalam upaya keluar, umat Israel dilindungi dengan tiang api dan tiang awan (ay. 20). Tuhan menolong dengan membuat roda kereta para serdadu berjalan miring dan berat (ay. 25).

Meski demikian, umat Israel tetap ketakutan karena Laut Teberau ada di depan mereka. Mereka bahkan mencerca Musa (ay. 11–12). Namun kuasa Tuhan nyata: air laut terbelah, membuka jalan. Serdadu Firaun masih mengejar, lalu TUHAN berfirman kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, meliputi kereta mereka dan orang mereka yang berkuda.” Musa mengulurkan tangannya, dan menjelang pagi air laut kembali ke tempatnya. Orang Mesir pun terseret ke tengah laut; tidak seorang pun yang tersisa (ay. 26–28).

Pelajaran yang dapat kita ambil dari nas minggu ini adalah bahwa pertolongan Tuhan itu nyata dan terbukti. Oleh karena itu, jangan pernah ragu atau mempertanyakan kuasa dan penyertaan-Nya. “TUHAN Allahmu ada di antaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan. Ia bergirang karena engkau dengan sukacita...” (Zef. 3:17).

Kini, renungkan: apa pergumulan kita? Apa pengharapan kita dalam hidup ini? Apakah kita merasa ditinggalkan atau putus asa karena doa belum dikabulkan? Tuhan pasti memiliki rencana dan waktu-Nya sendiri. Bagian kita adalah tetap beriman dan mengandalkan Dia dalam segala sisi kehidupan. Janji-Nya bisa kita pegang: “Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu... Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau” (Yes. 41:13).

Bagi kita yang berpengharapan akan pertolongan Tuhan, jangan hanya berdoa dan berhenti. Segera bertindak sesuai perintah-Nya kepada Musa: “Mengapakah engkau berseru–seru demikian kepada-Ku?” (ay. 15). Tuliskan masalah yang ada, identifikasi bagian yang bisa kita lakukan, dan buka pintu bagi kuasa serta kebesaran Tuhan untuk bekerja.

Ya, perjalanan hidup memang kadang sulit dan terasa lambat, seperti Firaun yang mengeraskan hatinya. Namun sebagaimana firman Tuhan kepada umat Israel yang melarikan diri, demikian juga kepada kita: “Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku” (ay. 17–18). Tuhan selalu hadir dan menyertai setiap langkah kita. Tetaplah setia, menanti, berbuat, dan percaya bahwa Tuhan akan bertindak. Meskipun terkadang diuji, semua pasti indah pada waktunya.

Selamat beribadah dan selamat melayani.

 Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.

 

 

Khotbah

  • 1
  • 2
  • 3
  • 4

Renungan

Pengunjung Online

We have 32 guests and no members online

Statistik Pengunjung

14469444
Hari Ini
Kemarin
Minggu Ini
Minggu Lalu
Bulan Ini
Bulan Lalu
Keseluruhan
1998
14445
16443
14415956
39101
229218
14469444

IP Anda: 216.73.216.66
2026-09-07 17:20

Login Form