Kabar dari Bukit, Minggu 30 Agustus 2026
Kabar dari Bukit
BAWA KE KAMAR, BUKAN KE PASAR (Yer. 15:15-21)
”Mengapakah penderitaanku tidak berkesudahan, dan lukaku sangat parah, tak tersembuhkan?” (Yer. 15:18, TB2)
Selamat pagi, salam kasih....
Tidak mudah menjadi hamba Tuhan - semua orang percaya adalah hamba-Nya, apalagi mereka yang dipanggil melayani oleh gereja atau lembaga Kristiani; diteguhkan atau ditahbiskan. Jika boleh dikatakan, rasa sakitnya lebih besar dari "nikmat" yang diterima dalam pelayanan. Oleh karena itu, tidak semua orang mau dan siap dipanggil dengan alasan ketidaksiapan diri yang dilandasi kerendahan hati. Ini termasuk Nabi Yeremia yang menolak dipanggil di awalnya, dengan alasan tidak pandai berbicara dan masih muda (Yer. 1:6).
Firman Tuhan bagi kita di hari Minggu yang berbahagia ini diambil dari Yer. 15:15-21. Nas ini merupakan ungkapan keluhan dan doa Nabi Yeremia atas penderitaannya dalam melayani, dan meminta Tuhan bertindak. Keluhan Yerimia cukup beralasan, sebab ia dihadapkan pada situasi penolakan dan ancaman dibunuh (ay. 15), kesepian dan dilarang menikah berkeluarga (ay. 17; 16:1-2), menderita dipukuli, dipasung, dipenjarakan dan dibuang ke dalam sumur berlumpur, ada perlawanan nabi-nabi palsu dan tekanan psikologis lainnya termasuk situasi bangsanya (Yer. 5:31; 20:1-2; 38:6).
Perlu kita perhatikan bahwa Yeremia mengeluh dalam doa agar Tuhan memberi petunjuk. Keluhan panjang Yeremia dapat kita baca dalam kitab Ratapan yang ditulisnya. Meski situasi buruk yang dialaminya, Yeremia tidak melakukan hal yang mungkin kadang kita lakukan, seperti menggerutu, menyalahkan Tuhan atau orang lain, mengasihani diri, sarkarme atau sinisme, atau katarsis agresif menyerang.
Allah yang penuh kasih memberi pertolongan dan perlindungan pada Yeremia. Tuhan menjawab keluhan dengan memberi arahan, agar tetap taat setia melayani, mengubah cara pandangnya, melakukan pertobatan, tidak perlu lari dari kenyataan, membuka diri terhadap perubahan karakternya sebab Allah akan membangun tembok tembaga yang berkubu sesuai janji-Nya di awal (1:18-19), dan percaya penuh akan rencana indah Allah baginya (ay. 19-21).
Pada pasal-pasal berikutnya, kita tahu Yeremia tegar dan maju dengan berani menantang hukuman mati di hadapan para pemimpin Israel (Yer. 26:8, 12-15), memakai gandar kayu dan besi melawan nabi palsu (Yer. 27-28), menantang raja Yoyakim (Yer. 36:23, 30-32), dan menyuarakan kebenaran kepada raja Zedekia di dalam penjara (Yer. 37-38).
Belajar dari nas minggu ini, kita bisa mengungkapkan beberapa kali keluhan atas masalah atau derita kita, namun tidak boleh kesan memaksa. Bagian kita hanyalah menyampaikan, berserah, berharap dan sebisa mungkin tetap bersyukur atas hal yang terjadi. Kunci pertolongan-Nya adalah kita jujur dan rendah hati dalam berdoa, meski ada rasa sakit, kekecewaan, putus asa, baik diungkapkan tidak berpura-pura. Yeremia bahkan berkata, "Engkau seperti sungai yang semu bagiku, air yang tidak dapat diandalkan" (ay. 18b). Kedua, menjaga sikap dan perkataan dengan tetap hormat pada-Nya, seperti iman, pegang janji-Nya dan rasa syukur. Ketiga, berani berbeda dengan pihak/orang lain sepanjang kita berjalan atas kasih dan firman-Nya. Keempat, terus mencintai-Nya melalui firman dan pujian serta siap dengan harga kesetiaan yang berpegang pada kasih dan janji-Nya hingga pertandingan akhir (ay. 20-21; 2Tim. 4:7).
Tidak ada manfaat mengeluh berkepanjangan, menggerutu, apalagi menceritakan ke banyak orang. Bawalah doa kita ke dalam kamar dan bukan dibawa ke pasar (Mat. 6:6). Sebagaimana Yeremia, Tuhan tahu penderitaan kita, dan jika kita setia maka segala sesuatu akan indah pada waktunya.
Selamat beribadah dan bersekutu dengan sesama.
Tuhan Yesus memberkati. Amin.
Pdt. (Em.) Ir. Ramles Manampang Silalahi, D.Min.
Berita Terbaru
Khotbah
-
Khotbah Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026Khotbah Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026 JANGAN...Read More...
-
Khotbah (2) Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026Khotbah Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026 –...Read More...
-
Khotbah (3) Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026Khotbah Minggu XVI Setelah Pentakosta – 13 September 2026 –...Read More...
- 1
- 2
- 3
- 4
Renungan
-
Khotbah Utube Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1Membalas Kebaikan Tuhan Bagian 1 Khotbah di RPK https://www.youtube.com/watch?v=WDjALZ3h3Wg Radio...Read More...
-
Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015Khotbah Tahun Baru 1 Januari 2015 Badan Pengurus Sinode Gereja Kristen...Read More...
-
Khotbah Minggu 19 Oktober 2014Khotbah Minggu 19 Oktober 2014 Minggu XIX Setelah Pentakosta INJIL...Read More...
- 1
Pengunjung Online
We have 30 guests and no members online
